Weekly News

Presiden Chen: Tidak akan memberikan keuntungan bagi Daratan Tiongkok, semua referendum harus berhasil dilaksanakan.

Presiden Chen Shui Bian pada tanggal 3 Maret kemarin ketika diwawancara oleh salah satu stasiun televisi di Taiwan membagi cerita seputar masa 8 tahun pemerintahannya, dan juga jalan masa depan Taiwan. Chen menyebutkan bahwa ia akan tetap bersikukuh terhadap ideologi Taiwan, mengimplementasikan keadilan dalam masyarakat, dan berharap pemerintahan yang baru dapat terus mempertahankan nilai keragaman kebudayaan Taiwan, memelihara keutuhan negara. Chen juga meminta semua rakyat harus membuat referendum yang diajukan, baik bergabung ataupun kembali ke PBB dapat lolos untuk dijalankan, dan tidak memberikan keuntungan sama sekali terhadap Daratan Tiongkok.
Dalam wawancara, Chen juga menyebutkan bahwa dibawah situasi tertekan oleh Daratan Tiongkok, demokrasi adalah senjata terbesar Taiwan, referendum adalah salah satu jalan penting bagi Taiwan untuk bersuara kepada dunia internasional. Oleh sebab itu presiden Chen menegaskan bahwa memeilihara Taiwan lebih penting daripada memelihara partai.
Walau ada sebagian orang yang mengagasi penolakan pengambilan kartu referendum, Chen menganggap bahwa hal ini akan menguntungkan pihak Daratan Tiongkok. Untuk itu rakyat Taiwan harus segera sadar dan harus meloloskan referendum yang diajukan. Presiden Chen mengatakan, “Siapa yang akan untung? Daratan Tiongkok tentu akan sangat senang, partai komunis juga akan turut gembira, ketika membahas hal ini, saya merasa semua orang haruslah bangun dan meloloskan referendum baik itu bergabung atau kembali ke PBB, dan semua hal ini barulah dapat melindungi Taiwan sepanjang masa. Saya selalu mengatakan, tidak perduli apakah anda mendukung pan biru, pan hijau, Hsie Chang Ding atau Ma Ying Jeou, yang penting, semuanya harus mendukung Taiwan.”
Taiwan akan melakukan pemilu presiden pada tanggal 22 Maret yang akan datang, dan juga akan melakukan 2 referendum. Referendum yang pertama yang diajukan oleh DPP adalah pengajuan keanggotaan PBB dengan nama Taiwan. sementara yang kedua yang diajukan oleh KMT adalah kembali bergabung dengan PBB dengan nama yang lebih elastis, baik ROC ataupun Taiwan.

2008/03/04 http://www.Radio Taiwan Internasional.com

Mantan presiden Lee: Jika Hsie kalah maka demokrasi akan mundur 20 tahun
Berkenaan dengan pernyataan mantan presiden Lee Teng Hui ketika diwawancara oleh majalah Shokun, Jepang, yang menyebutkan bahwa jika kandidat pemilu presiden Hsie Chang Ding dari partai berkuasa DPP kalah dalam pemilu kali ini, maka kemajuan demokrasi di Taiwan akan mengalami kemunduran 20 tahun ke belakang, hal ini diasumsikan oleh masyarakat luas bahwa mantan presiden Lee mendukung Hsie Chang Ding.
Berhubungan dengan hal tersebut, Hsie menghormati pernyataan Lee dan juga menyatakan bahwa hal ini juga merupakan kekhawatiran sebagain besar masyarakat luas. Ia mengatakan, “Saya juga melihat banyak dalam situs internet, Ia juga bukan orang yang mendukung pan hijau, juga bukan orang yang mendukung saya, mereka semua juga menyatakan kekhawatiran yang sama. Mantan presiden Lee telah mengeluarkan perasaan hatinya atau ini merupakan pernyataan hati dari masyarakat, dan ia telah mengeluarkannya, semua ini merupakan kekhawatiran banyak orang.”
Sementara itu dari partai oposisi terbesar KMT, kandidat pemilu presiden Ma Ying Jeou juga menyatakan penghormatan terhadap pernyataan Lee tersebut, namun ia juga menegaskan bahwa masyarakat demokrasi memiliki kebebasan untuk memprediksi sendiri isi pernyataan tersebut. Ma mengatakan, “Semua orang harus kembali merenung, sebelum berakhirnya masa hukum darurat perang, bukankah semuanya berjalan seperti demikian, dimana saat itu juga tidak benar-benar dilakukan pengekangan. Terlebih-lebih setelah berakhirnya masa hukum darurat perang. Jika benar demikian, bagaimana mungkin kita dapat menjalankan reformasi demokrasi? Oleh sebab itu mantan presiden Lee selama 12 tahun masa kuasa memegang peranan yang sangat penting, selain berhasil memajukan demokrasi, menstabilkan hubungan antar selat, kemudian menstabilkan kemajuan pembangunan perekonomian, oleh sebab itu saya sering mengatakan bahwa Taiwan di era 90 an merupakan masa yang paling baik.”

2008/03/04 http://www.Radio Taiwan Internasional.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: