Analisis Negara Yang Berpotensi Terlibat Konflik Dengan Taiwan Di Kawasan Asia Timur

Tampaknya kawasan Asia Timur begitu rentan akan konflik yang terjadi. Bagaimana tidak, Negara-negara yang berada disana hamper kesemuanya memiliki perbedaan secara idiologi ataupu latar belakang sejarah yang kelam. Contoh China dan Jepang yang secara histories mereka terlibat hubungan colonial. Namun disini akan dibahas mengenai Negara yang rawan konflik dengan Taiwan, yaitu Republik Rakyat China atau yang dikenal kini Republik Rakyat Tiongkok.

Secara histories Taiwan berdiri atas pemerintahan Cina, namun Setelah Perang Dunia II, Perang Saudara Cina antara Partai Komunis Cina dan Kuomintang berakhir pada 1949 dengan pihak komunis menguasai Cina Daratan dan Kuomintang menguasai Taiwan dan beberapa pulau-pulau lepas pantai di Fujian. Pada 1 Oktober 1949. Setelah perpecahan tersebut Cina dan Taiwan menjalani hubungan yang kurang baik, terlebih dari sisi idiologi, mereka berbeda, Taiwan beridiologi Demokrasi dan Cina beridiologi Komunis. Bahkan RRC menetapkan syarat bahwa negara-negara yang ingin menjalin kerjasama diplomatik dengannya harus menyetujui klaim Cina terhadap Taiwan dan memutuskan hubungan resmi dengan pemerintah Republik China.

Secara Geografis, Taiwan berada di pulau Formosa yang letaknya berada tidak jauh dari RRC. Hal tersebut menyebabkan kerawanan konflik seamakin besar.

Dalam perkembangan teknologi dan Ekonomi, Taiwan memang tertinggal dari RRC. Namun demikian catatan dalam 3 dekade terakhir PBD Taiwan sekitar 8% pertahun yang dalam hal ini menyaingi RRC. Hal tersebut membuat persaingan ekonomi pun semakin panas dimana Cina tidak ingin dikalahkan dalam hal ekonomi oleh Negara pecahannya.

Dari segi militer Taiwan mampu memasok kebutuhan militernya sendiri, namun disbanding teknologi yang dimiliki RRC, Taiwan masih jauh tertinggal. Cina memiliki reactor nuklir dalam hal persenjataannya, yang dimana dapat sewakatu-waktu mengancam Taiwan. Namun sebalikbya Taiwan apabila memiliki nuklir pun tampaknya tidak akan berpengaruh pada RRC, karena ia memiliki penangkal rudal nuklir.

Persaingan demi persaingan terjadi antara Taiwan dan RRC, meskipun kini perbaikan hubungan tengah dicanangkan oleh kedua belah pihak melalui kedua pemimpin Negara yang memiliki hubungan baik, namun tampaknya kekecewaan RRC akan Taiwan secara histories dan perbedaan idiologi tampaknya akan menjadi hal yang rentan memicu konflik antara kedua Negara, terlebih sevara politik, RRC sebagai pemegang hak Veto di PBB masih belum memberikan pengakuan akan keberadaan Taiwan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: