Ekonomi & Teknologi

Perekonomian Taiwan

Ekonomi Taiwan sebelum abad ke-20 hampir keseluruhannya berbentuk pertanian. Namun pertanian kini hanya menyumbang 2% PDB, kurang dari 35% pada tahun 1952. Industri-industri yang dahulunya dijalankan buruh kini diambil alih oleh keuangan dan teknologi yang intensif. Taiwan telah menjadi mitra beberapa buah negara seperti Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan termasuk di Tiongkok Daratan; kini terdapat 50.000 perusahaan Taiwan di negara Tiongkok.Semasa penjajahan Jepang (1895-1945), industrinya mulai dibangun, dengan orang Jepang membangun sebagian besar infrustruktur yang menolong ekonomi Taiwan dengan pesat. Contohnya landasan kereta api yang menghubungkan utara dan selatan Taiwan. Berbeda dengan keadaan politik Taiwan yang selalu bergejolak baik karena kepentingan partai politik di Taiwan, juga karena pengaruh tekanan dan kepentingan RRT, di sektor ekonomi Taiwan tumbuh dengan pesat, khususnya di bidang industri dan perdagangan selain sektor pertanian dan pariwisata.Republik China modern mempunyai ekonomi kapitalis yang dinamis dengan berkurangnya keterlibatan pemerintah dalam pekerjaan dan perdagangan asing. Di samping ini, beberapa bank dan perusahaan umum milik republik juga telah diswastanisasikan. Pertumbuhan PDB sekitar 8% dalam tiga dekade yang telah berlalu dengan ekspor yang banyak membantu. Jurang surplus perdagangan juga agak banyak, dan simpanan mata uang asing menjadi yang ketiga terbesar di dunia.Saat ini, ekonomi Taiwan bergerak dibidang industri jasa konstruksi, perbankan, industri elektronika, komputer serta semikonduktor yang sudah diakui kualitasnya di pasar internasional, perkapalan, jasa penerbangan dan transportasi. Sebelumnya, industri di Taiwan bergerak di bidang barang-barang domestik dan rumah tangga bahkan pada masa lalu, Taiwan dikenal sebagai penghasil barang-barang tiruan dari produk Jepang dengan kualitas di bawah kualitas produk made in Japan khususnya dikalangan pasar Indonesia, produk made in Taiwan berkonotasi produk tiruan dari produk Jepang.Taiwan memiliki pertumbuhan ekonomi dan ketahanan ekonomi yang cukup kuat di kawasan ini. Karena itu, bersama-sama dengan Korea Selatan, Singapura dan Hong Kong, Taiwan dimasukkan dalam daftar negara-negara Industri Baru yang sudah menunjukkan ketangguhannya terutama dalam menghadapi krisis 1997.Taiwan memiliki pusat jasa di bidang pelayaran, kargo dan penerbangan yang memiliki reputasi cukup baik dan cukup kuat. Pelabuhan Kaohsiung merupakan pelabuhan kargo yang melayani arus barang ekspor impor dari dan menuju berbagai kawasan di dunia, sebagaimana pelabuhan Singapura dan Rotterdam di Eropa.Taiwan juga merupakan pintu gerbang investasi ekonomi di kawasan ini selain Hong Kong dan Singapura. Investasi dan pertumbuhan ekonomi RRT juga melalui negeri ini sekalipun sering terjadi pergesekan di bidang politik.Disebabkan pendekatannya yang konservatif kepada keuangan dan semangat kewirausahaannya yang tinggi, ekonomi Taiwan tidak banyak terpengaruh dibandingkan negara-negara tetangganya pada krisis moneter 1997 di Asia. Akan tetapi, ekonomi dunia yang perlahan dan kebijakan yang tidak cakap telah memungkinkan ekonomi Taiwan terpuruk pada tahun 2001 yang lalu, yang pertama semenjak 1947. Disebabkan sumber tenaga buruh didatangkan dari Tiongkok Daratan, pengangguran juga bertambah buruk dan dijadikan isu semasa Pemilu tahun 2004 lalu.Namun Taiwan mengalami pukulan ekonomi sejak berjangkitnya wabah SARS dan Flu burung (Avian flu) di wilayah ini, bersama-sama dengan RRT dan Singapura pada tahun 2003. Sekalipun wabah ini sudah bisa diatasi, pemerintah Taiwan sangat berhati-hati untuk mencegah terulang kembali wabah penyakit ini yang juga menyebabkan terhentinya pertumbuhan ekonomi terutama di sektor perdagangan dan pariwisata.Karena Pemerintah RRT membantah Taiwan mempunyai perhubungan resmi dengan negara-negara lain, Taiwan seringkali menyertai badan ekonomi dunia dibawah nama yang agak pelik seperti Wilayah Bebas Cukai Asing Taiwan, Penghu, Kinmen dan Matsu di bawah Organisasi Perdagangan Dunia, dan China Taipei di bawah APEC. 

Teknologi Taiwan

Taiwan (Republik China), memiliki kekuatan militer yang mencakup Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Sejak kepindahan pemerintahan nasionalis ke Taiwan setelah kekalahannya dengan pihak komunis (1949), Taiwan memperoleh bantuan persenjataan dari Amerika Serikat dan Eropa Barat dalam usaha membendung kekuatan komunis ke selatan. Taiwan memanfaatkan hubungan tersebut dengan memperoleh bantuan teknik dari sistem persenjataan barat sehingga Taiwan memiliki industri militer sendiri yang juga diekspor (meskipun terbatas pada persenjataan ringan seperti amunisi dan senapan otomatis).Pada tahun 1970-1980-an ketika hubungan diplomatik antara Taiwan dengan Amerika Serikat putus, Taiwan masih tetap mendapatkan persenjataan dan hubungan militer dengan AS meskipun ditentang oleh RRT. Namun Taiwan khawatir hubungan tersebut sewaktu waktu terganggu, sehingga untuk menghadapi RRT, Taiwan berusaha untuk memenuhi kebutuhan militernya sendiri didukung dengan kemampuan industri teknologi tinggi yang dimilikinya. Sebagai contoh Angkatan Udara Taiwan mampu memenuhi kebutuhannya dengan memproduksi pesawat tempur buatan sendiri (sekalipun dengan bantuan teknis kontraktor militer 

Produksi Mesin Perkakas Taiwan no 4 di Dunia

Dari dafatar rangking produsen mesin perkakas tahun 2007 yang dirilis 18 Februari lalu, disebutkan bahwa tahun lalu kuota ekport taiwan meningkat tajam sampai 392 US$. Ditambahkan lagi oleh gabungan pengusaha mesin perkakas Taiwan, saat ini Tiwan menempati urutan 4 dengan keseluruhan nilai eksport mencapain 34.1 billion US$ dan telah meraup 8.7% pangsa pasar dunia dengan rata-rata pertumbuhan 15% per tahun 2006. Hal ini juga menempatkan Taiwan di bawah Jerman, Jepang dan Itali sebagai negara produsen mesin perkakas terbesar.

 Inflasi di Taiwan Meningkat Tajam, Harga Bahan Makanan Naik

Inflasi di Taiwan meningkat tajam untuk pertama kalinya di bulan Februari, menandakan bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga bank untuk bulan ini. Sedangkan kemarin di Taipei Badan Statistik Taiwan menyatakan bahwa harga bahan makanan naik sekitar 3.89% dari awal tahun lalu. Hal ini ternyata lebih tinggi 3.1% dari perkiraan 15 orang pakar ekonomi yang telah di survey oleh Bloomberg.Pada bulan Januari harga-harga kebutuhan pokok juga telah naik 2.96%. Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tinggi akibat inflasi ini, kemungkinan besar Bank Sentral akan menaikan suku bunga yang akan di bahas dalam pertemuan pada tanggal 27 Maret. Pemerintah mengatakan bulan lalu harga bahan pokok akan naik 1.98% tahun ini atau lebih tinggi dari ramalan sebelumnya yang hanya sekitar 1.84%.

Harga makanan naik 9.76% setelah sebelumnya naik 5.29% pada Januari dan biaya transportation naik sampai 4.25%. Harga bahan baku utama makanan yang dikatogorikan selain sayur mayur, buah-buahan, ikan dan energi, naik 2.65% setelah sebelumnya naik 2.71% pada bulan Januari. Penjualan inport naik 14.06% dari tahun sebelumnya, dimana harga penjuaalan seluruhnya 8.47%. Gubernur Bank Sentral Taiwan Perng Fai-Nan menaikkan suku bunga sampai 3.375% di bulan Desember.

 PEMERINTAH TAIWAN AKAN MEMONITOR LEBIH KETAT INVESTASI BERNILAI BESAR KE CHINA

Pemerintah Taiwan telah membentuk suatu badan komisi untuk meninjau setiap investasi teknologi informatika inti (Core IT Technology) dan investasi bernilai besar lainnya di China. Komisi ini akan memonitor permohonan untuk setiap investasi di atas US$ 100 juta atau setiap proyek yang nilai kumulatif investasinya di atas US$ 200 juta, demikian diungkapkan Menteri Perekonomian Taiwan. Setiap proyek yang berhubungan dengan teknologi informatika inti juga akan ditinjau, seperti wafer foundries, integrated circuit packaging and testing services, dan thin-film-transistor liquid crystal display panel modules. Sistem baru ini segera diberlakukan sebagai usaha untuk memperketat investasi ke China. Sebelumnya, permohonan untuk investasi hanya memerlukan persetujuan dari Investment Commission, suatu badan yang berada di bawah Kementerian Perekonomian Taiwan. Penerapan baru ini dimaksudkan untuk memastikan proyek-proyek tersebut dapat benar-benar memberikan keuntungan bagi perekonomian Taiwan.Taiwan memberlakukan pengawasan yang ketat terhadap investasi teknologi tinggi ke China dengan pertimbangan kemungkinan terjadinya penyanderaan secara ekonomi terhadap musuhnya jika konflik militer tejadi antara kedua belah pihak. Sejak tahun 2002, China merupakan negara tujuan investasi terbesar Taiwan dengan 50% lebih dari total investasi Taiwan ke luar negeri berada di China. Dan sejak tahun 2001, China merupakan pasar terbesar Taiwan, yang sebelumnya merupakan Amerika Serikat. Hingga bulan Oktober 2006, Investment Commission telah menyetujui 879 permohonan investasi ke China dengan nilai US$ 5,89 milyar, meningkat sebesar 24,79%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: